This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 29 Maret 2020

Tugas K3 Resume Materi " Accident Investigation"

Dosen Pengampu: Aulia Rahman, SKM., M.Kes.

Esa Aminerti (1911212010)







Rabu, 18 Maret 2020

7 Langkah Cuci Tangan Pakai Sabun


Perilaku Sederhana Berdampak Luar Biasa yang Harus Dibiasakan Sejak Dini

Kesehatan merupakan salah satu aspek yang berhubungan langsung dengan kehidupan manusia, sadar atau tidak sadar. Orang yang bisa menikmati hidupnya dengan nyaman hanyalah orang sehat. Salah satu tolak ukur untuk menilai derajat kesehatan masyarakat adalah dengan melihat setiap prevalensi angka morbiditas dan mortalitasnya secara periodik. Hal ini bertujuan baik untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dari program dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah maupun Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang kesehatan.

Sehubungan dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tersebut maka munculah suatu program yakni; Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Perilaku Sehat Cuci Tangan Pakai Sabun yang merupakan salah satu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), saat ini juga telah menjadi perhatian dunia, hal ini karena masalah kurangnya praktek perilaku cuci tangan tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang saja, tetapi ternyata di negara-negara maju pun kebanyakan masyarakatnya masih lupa untuk melakukan perilaku cuci tangan. Rapat Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Pertemuan Tahunan Air Sedunia (Annual World Water Week) yang berlangsung pada 17-23 Agustus 2008 di Stockholm, Ibukota Swediamenetapkan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) yang pertama pada tanggal 15 Oktober 2008, dan kemudian dirayakan setiap tahunya pada tanggal dan bulan yang sama.

Cuci tangan merupakan salah satu perilaku sehat yang pasti sudah dikenal. Perilaku ini pada umumnya sudah diperkenalkan kepada anak-anak sejak kecil tidak hanya oleh orang tua di rumah, bahkan ini menjadi salah satu kegiatan rutin yang diajarkan para guru di Taman Kanak-Kanak sampai Sekolah Dasar. Tetapi kenyataannya perilaku sehat ini belum menjadi budaya masyarakat kita dan biasanya hanya dilakukan sekenanya saja. Padahal hal yang mereka anggap sepele inilah yang berdampak sangat besar bagi kesehatan.

Sehari-hari, anak-anak kadang bermain-main yang memang dipenuhi dengan kegiatan dalam lingkungan baik di dalam maupun di luar. Karena itulah, betapa pentingnya mengajarkan anak-anak dalam hal mencuci tangan.
Mencuci tangan dengan sabun dapat menjaga makanan tetap bersih dan mencegah penyakit yang berhubungan dengan makanan. Lebih dari 70 persen kasus diare di dunia berhubungan dengan kebersihan makanan. Mencuci tangan dengan sabun diperkirakan dapat mengurangi diare sebesar 27 hingga 48 persen. Mencuci tangan juga dapat mengurangi hilangnya nutrisi pada makanan dan mengurangi risiko stunting pada anak usia di bawah 5 tahun hingga 15 persen.

Untuk itu sangat penting untuk kita menerapkan Cuci Tangan Pakai Sabun ini dengan langkah yang baik dan benar. 

Berikut langkah-langkah nya


Untuk lebih jelasnya bisa dilihat vidio berikut
Atau bisa langsung Klik disini





Penelitian menunjukkan, mencuci tangan memiliki manfaat untuk kebersihan makanan, nutrisi, dan kesehatan secara menyeluruh. Berikut beberapa resep atau cara hidup sehat dengan mencuci tangan berdasarkan rekomendasi dari HGP.

1. Cuci tangan dengan sabun sebelum memasak dan menyiapkan makanan, sebelum makan, dan sebelum memberi makan seseorang termasuk ketika hendak menyusui.

2. Jadi contoh mencuci tangan dengan baik dan selalu mengingatkan orang lain untuk mencuci tangan sebelum makan.

3. Jadikan kebiasaan cuci tangan sebagai bagian dari makan bersama keluarga.

4. Sediakan tempat mencuci tangan di rumah, komunitas, sekolah, tempat kerja, dan di fasilitas kesehatan.

Dalam dunia Kesehatan, terdapat beberapa jenis-jenis cara mencuci tangan yaitu:
· Mencuci tangan dengan air dingin
· Mencuci tangan dengan air hangat
· Mencuci tangan dengan cairan
· Mencuci tangan dengan sabun
· Mencuci tangan dengan tisu basah
· Mencuci tangan dengan hand sanitizer

Menjadikan cuci tangan sebagai kebiasaan/kegiatan rutin yang harus dilakukan. Mencuci tangan pakai sabun hendaknya dilakukan dan diharapkan agar menjadi perilaku pilihan masyarakat sendiri (Action of choice) untuk peningkatan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat itu sendiri. Bila kita telah melakukannya, maka kita telah membantu untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan juga kesehatan diri sendiri. Mari bersama kita raih hidup sehat dengan Cuci Tangan Pakai Sabun.

Dengan demikian, kita harus menyadari betapa pentingnya mencuci tangan. Selain itu, pemerintah harus lebih giat dalam melakukan promosi cuci tangan pakai sabun sehingga masyarakat sadar bahwa pentingnya perilaku cuci tangan pakai sabun. Pemerintah juga sering mempromosikan kesehatan di daerah-daerah baik itu tempat umum ataupun terbuka yang mudah dijangkau oleh masyarakat terutama untuk anak-anak.




Referensi :

https://www.kompasiana.com › pangeranrajawawo › hidup-sehat-dengan-c...
https://www.kompasiana.com › dyahpitaloka › pentingnya-mencuci-tanga...
https://www.cnnindonesia.com › gaya-hidup › resep-hidup-sehat-dengan-c...

Kamis, 05 Maret 2020

Kasus TBC di Indonesia



Klik disini untuk informasi dibawah yaa 👇👇👌👍😄

Mari Kita Dukung Gerakan Eliminasi TBC !!!



1. Apa itu TBC?




2. Bagaimana situasi TBC di Indonesia?


Situasi TBC di Indonesia tahun 2018 (data per 1 Mei 2019).


WHO memperkirakan insiden tahun 2017 sebesar 842.000 atau 319 per 100.000 penduduk sedangkan TB-HIV sebesar 36.000 kasus per tahun atau 14 per 100.000 penduduk. Kematian karena TB diperkirakan sebesar 107.000 atau 40 per 100.000 penduduk, dan kematian TB-HIV sebesar 9.400 atau 3,6 per 100.000 penduduk.



Dengan insiden sebesar 842.000 kasus per tahun dan notifikasi kasus TB sebesar 569.899 kasus maka masih ada sekitar 32% yang belum ternotifikasi baik yang belum terjangkau, belum terdeteksi maupun tidak terlaporkan. Dari angka insiden ini dilakukan perhitungan beban TB di masing-masing provinsi dan kabupaten/kota. Untuk perhitungan beban TB di tingkat kabupaten/kota, Ditjen P2P telah menerbitkan Buku Panduan Penentuan Beban dan Target Cakupan Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis di Indonesia Tahun 2019-2024.



WHO memperkirakan ada 23.000 kasus MDR/RR di Indonesia. Pada tahun 2017 kasus TB yang tercatat di program ada sejumlah 442.000 kasus yang mana dari kasus tersebut diperkirakan ada 8.600-15.000 MDR/RR TB, (perkiraan 2,4% dari kasus baru dan 13% dari pasien TB yang diobati sebelumnya), tetapi cakupan yang diobati baru sekitar 27,36%.

Kemenkes RI (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia) kembali menggelar Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2018. Dalam rapat yang diselenggarakan di Tangerang, Banten, salah satu topik yang dibahas adalah percepatan eliminasi TBC (Tuberculosis).

Mengutip dari rilis yang dikeluarkan Kemenkes RI, Selasa (6/3/2018) data WHO Global Tuberculosis Report 2016, Indonesia menempati posisi kedua dengan beban TBC tertinggi di dunia. Disebutkan, tren insiden kasus TBC di Indonesia tidak pernah menurun. Banyak kasus TBC yang belum terjangkau dan terdeteksi, sekalipun sudah terdeteksi dan telah diobati namun belum dilaporkan.

Kepala Balitbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) Kemenkes, Siswanto menyebutkan berdasarkan studi yang dilakukan oleh Global Burden of Disease, TBC menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di dunia.


Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek saat Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakekesnas) di Tangerang Selatan, Banten. (Foto: Humas Kementerian Kesehatan RI)

Siswanto pun menyebutkan angka TBC di Indonesia berdasarkan mikroskopik sebanyak 759 per 100 ribu penduduk untuk usia 15 tahun ke atas. Adapun jumlah penderita TBC laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan, dan jumlah kasus di perkotaan lebih tinggi daripada di pedesaan.

Acara Rakerkesnas 2018 yang diselenggarakan Kemenkes RI ini akan berlangsung selama tiga hari, yakni dari 5-8 Maret 2018. Dalam acara bertajuk, "Sinergisme Pusat dan Daerah dalam Mewujudkan Universal Health Coverage melalui Percepatan Eliminasi Tuberculosis, Penurunan Stunting, dan Peningkatan Cakupan serta Mutu Imunisasi."

3. Bagaimana upaya pemerintah untuk menanggulangi kasus TBC di Indonesia?

 

Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Pencanangan Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030 yang dipusatkan di Cimahi Techno Park, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 29 Januari 2020. Presiden secara tegas menyatakan dukungan atas dilaksanakannya kegiatan tersebut, terutama mengingat pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu fokus kerja pemerintah dalam lima tahun ke depan. 

  "Saya ingin mendukung keras kegiatan ini, kegiatan bersama menuju eliminasi TBC di 2030. Karena percuma kalau masyarakat kita enggak sehat, merembetnya bisa ke mana-mana. Bisa ke pendidikan, bisa ke keberlanjutan dalam nanti bekerja, ke mana-mana," kata Presiden dalam sambutannya.

4. Apa yang harus kita lakukan untuk mencegah penyakit TBC ini?




5. Cara pengobatan TBC 

Terkait data Analisis Data Percepatan Eliminasi Tuberculosis pada pra-Rakerkesnas yang diselenggarakan sehari sebelum acara, Siswanto menyebutkan ada beberapa solusi yang dapat dilakukan guna mengatasi masalah TBC.

Solusi yang ditawarkan oleh Balitbangkes berupa peningkatan deteksi dengan pendekatan keluarga, menyelesaikan under-reporting pengobatan TBC dengan penguatan PPM, meningkatkan kepatuhan pengobatan TBC, Perbaikan sistem deteksi MDR TBC (Klinik MDR TBC dengan jejaringnya) dan akses terapi TBC MDR, serta edukasi TBC pada masyarakat dan perbaikan perumahan.




Referensi :